ads/auto.txt Propranolols: June 2015

Wednesday, June 24, 2015

Fast & Furious Ala Singapore

Bukan Syahrini tapi naik Lamborghini :D

Ketika menerima surel itinerary dari Singapore Tourism Board, saya senyum-senyum sendiri, nyengir dan kemudian mendelik melihat jadwal jalan-jalan naik Ferrari atau Lamborghini. "Ini beneran naik sports car?" Whoa *emoticon pegang pipi* Lha wong pegang mobil sport aja belum pernah. Tapi di Singapura, apa sih nggak yang bisa? Tak perlu jadi Syahrini untuk bisa naik Lamborghini :)

Di Marina Bay Sands (tau kan, hotel yang atasnya seperti perahu terdampar) ada booth Ultimate Drive, yang memberi kesempatan pada 'orang-orang biasa' yang nggak mampu beli mobil sport sendiri untuk mencoba mobil seharga ratusan ribu dolar ini. Ultimate Drive menawarkan pengalaman yang tak biasa ini dengan paket tur 15 menit (lewat sirkuit F1 dalam kota), setengah jam (sirkuit F1 dan freeway) atau satu jam (sepuasnya). Kita bisa memilih mau menyetir sendiri atau disetirin. Masing-masing mobil cuma untuk dua penumpang, jadi satu orang akan ditemani petugas dari Ultimate Drive. Kalau kita ingin bareng-bareng teman ya sewa dua mobil.

Untuk tahu lebih lengkap tentang paket tur, tarif dan diskon, langsung aja cek di website Ultimate Drive. Icip-icip naik ferrari atau lamborghini ini tarifnya mulai 200 dolaran. Mahal apa murah? Tergantung buat siapa. Untuk orang yang lebih senang mengeluarkan uang untuk membeli pengalaman, tarif segitu masih terjangkau lah.

Selain paket tur biasa, Ultimate Drive juga menyewakan mobil-mobil sport-nya untuk acara ulang tahun atau kawinan, buat dipajang doang atau buat menjemput tuan rumah dan tamu-tamunya. Mobil ini juga bisa disewa untuk foto-foto pre wed. Selain itu, banyak juga perusahaan yang memberikan hadiah (gift) pengalaman seru ini untuk karyawannya yang berprestasi. 


Gerai Ultimate Drive di hotel Marina Bay Sands
Ibu-Ibu arisan nunggu jemputan sopir :p


Sebelum mencoba mobil sport, kami diminta mengisi formulir pendaftaran dulu, untuk kelengkapan dokumen asuransi. Untuk jadi penumpang, tidak ada syarat tertentu, asal sehat aja. Tapi sebaiknya ibu hamil jangan naik dulu ya, karena getaran dan suara berisiknya. Sementara untuk nyetir sendiri, minimal berusia 21 tahun dan mempunyai SIM untuk mengendarai mobil. Tidak masalah SIM-nya berbahasa Indonesia. Ultimate Drive menerima SIM lokal dari negara-negara ASEAN dan SIM internasional lainnya.

"Do you drive?" tanya petugas Ultimate Drive yang antusias dan ramah. Eng... nganu, saya puya SIM A sih, dan bisa nyetir mobil matic. Tapi kalau untuk nyoba mobil sport, kayaknya entar dulu deh. Takut kenapa-kenapa. Akhirnya saya minta disopiri saja. Seperti juragan :D

Sebelum akhirnya berangkat, kami diminta memilih mau naik mobil yang mana. Waktu itu pilihannya Ferrari atau Lamborghini. Saya yang nggak ngerti apa-apa soal mobil, tahunya mobil merah atau oranye. Biar matching dengan baju yang saya pakai (alasan apa ini?) dan karena Dara, teman kami dari Jakarta pengen naik Ferrari, akhirnya saya pilih Lamborghini oranye aja.

Yuk mari kita ke parkiran...

Ada yang lebih suka Ferrari?

Kakinya nyampai nggak tuh?





Roy and me
Foto: (c) Syafitri Tambunan
From Where I Sit
Driver saya namanya Roy, orang Singapura keturunan India. Orangnya ramah dan asyik. Dia dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh saya tentang sports car. Pertanyaan saya yang paling bodoh, "Do you have height restriction to drive this car?" Roy balik nanya, "Sorry, age restriction?" Nooo... maksudku kalau orang sependek aku ini apa boleh nyetir tho, Mas? Ini lho kakiku nggak nyampai, nggak bisa nginjak pedal gas. Roy menjelaskan kalau tempat duduk sopir bisa dimajukan dan ditinggikan kok (of course!), jadi berapapun tingginya bisa pegang kemudi :)

Lalu sambil disetiri keliling Singapura, saya nanya-nanya tentang mesin, meski jawabannya tetap bikin nggak mudeng. Ternyata mesin Lambo ini lebih besar dari mesin Ferrari yang pakai V8. Saya naik mobil dengan mesin V10, sodara-sodara! To Valhalaaaa! Ketika jalanan sepi, Roy langsung tancap gas dari posisi berhenti ke kecepatan 80 km/jam, dalam tiga detik saja. Wuuzzz. Saya refleks pegang jilbab biar nggak terbang ketiup angin. Roy ketawa. Sebenarnya kecepatan mobil ini bisa sampai 340 km/jam. Tapi ya, karena kami di dalam kota, harus taat peraturan pemerintah, kecepatan maksimal 90 km/jam. Kalau di Indonesia, yang punya Lambo mungkin bisa ngebut di tol Cipali ya, boleh sampai 110 km kan? Etapi kondisi jalannya gimana? Di Singapura, kata Roy, semua jalan di Singapura sudah memenuhi kriteria untuk balapan F1. Jadi ketika mereka mulai mengadakan F1 race, pemerintah sudah nggak perlu lagi merombak jalan, tinggal pasang lampu-lampu saja karena balapan F1 diadakan malam hari.

Selain akselerasi Lambo yang cepat banget, perjalanan dengan sports car juga terasa mulus. Kalau pas melambat, rasanya seperti meluncur di jalan. Kalau pas ngebut, rasanya seperti terbang. Entah bagaimana nanti saya bisa menikmati naik mobil biasa lagi, hahaha. Di jalan, orang-orang memandang mobil kami dengan iri. Beberapa orang melambaikan tangan, dan dibalas oleh Roy. "Now I know how easy to get a girlfriend if you own a car like this," kata saya pada Roy, yang diamini oleh dia. "Everytime I drive this car, people says hi and asks my name," tambah Roy. "Even the Indian girls who knew I work here, still want me to marry them, so they can say 'my husband drives Lamborghini at work'." LOL. "Best job in the world, no?"

Setengah jam berlalu dengan cepat. Waktu memang terasa ngebut kalau kita bersenang-senang. Naik mobil ini keliling kota rasanya seperti berada dalam adegan film Fast & Furious. Saya belum pengen turun dari mobil ketika Roy masuk ke halaman depan hotel Marina Bay Sands, diikuti pandangan kagum orang-orang. Pada mobil, bukan pada saya :p Setelah ini saya memang bakalan naik mobil biasa lagi, tapi setidaknya sekali seumur hidup, pernah disopiri naik Lamborghini ;)


Selesai menjajal mobil keren ini, kami diberi sertifikat. Saya baru tahu kalau yang saya tumpangi adalah Lamborghini Gallardo Spyder apa itu, hahaha. Lumayan, sertifikatnya bisa buat nambah-nambah cv ya Kak.

Alhamdulillah, pernah nyoba pengalaman dahsyat yang tak terlupakan. Ada yang pengen nyoba Ultimate Drive juga?

~ The Emak


Disclaimer:

This trip was paid by Singapore Tourism Board.  But all opinions expressed by me are 100% authentic and written in my own words.

Sunday, June 21, 2015

Rekomendasi Makanan Halal di Singapura

Chilli crab di Makan Sutra Gluttons Bay



Ngapain aja sih piknik ke Singapura selain foto di depan patung singa, nyobain MRT dan jalan kaki sampai gempor, belanja di Orchard road dan nyambangi Universal Studio? Makan-makan alias wisata kuliner tentunya. Pertama kali jalan ke Singapura, saya senang sekali karena nggak harus bawa rice cooker dan masak sendiri untuk berhemat seperti kalau kami jalan-jalan ke Australia, New Zealand atau Eropa. Makanan di Singapura relatif murah dibandingkan dengan makanan di Ostrali, NZ dan Eropa, pilihannya pun beragam dan sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Kabar baiknya bagi wisatawan muslim, banyak sekali pilihan gerai makanan halal di Singapura. Meski Singapore bukan negara mayoritas muslim, tapi negara ini cukup ramah untuk pengunjung muslim. Gampang kok menemukan restoran atau warung bersertifikat halal. Kalaupun kepentok tidak ada sertifikat halal, masih ada pilihan no pork no lard (tanpa daging babi dan lemak babi), seafood (masakan laut) dan masakan vegetarian (tanpa daging). Kalau ragu suatu makanan halal apa enggak, langsung tanya saja ke pemilik gerai. Lebih gampang lagi kalau kamu berjilbab atau tampangmu Melayu, biasanya pemilik gerai akan mengingatkan kalau masakannya ada babinya. So, no worries.

Kita bisa memilih mau makan di mana sesuai anggaran (budget) dan jenis makanan yang kita sukai. Kami sekeluarga paling senang makan di Hawker Center atau pusat jajan kaki lima. Tempatnya sederhana, pilihannya banyak dan harganya lebih murah daripada makan di restoran. Tapi bukan berarti tempat makan lain nggak oke lho. Setelah capek belanja di Orchard road, lebih cocok kalau makan siangnya juga di food court mal terdekat, seperti di ION atau Lucky Plaza. Atau selesai nonton Wings of Time (dulunya Songs of The Sea) di Sentosa? Enaknya langsung makan malam di Tastes of Asia, dekat pintu masuk atraksi ini (Beach Station). Untuk merayakan hari spesial, sekali-kali boleh lah mencoba fancy restaurant seperti True Blue yang menyediakan masakan peranakan yang lezat dengan pelayanan prima.

Hawker Center
Ada beberapa Hawker Center di Singapura yang patut dicoba. Favorit saya adalah MakanSutra di Gluttons Bay. Lokasinya di sebelah Teater Esplanade dan di seberang Marina Square. Makansutra bisa dicapai dengan jalan kaki dari MRT terdekat, yaitu stasiun City Hall atau bisa naik bis. Kedai-kedai di sini baru buka sore hari jam 5 atau jam 4 sore khusus hari Minggu, dan tutup dini hari.

Meskipun jumlah gerainya sedikit, tapi pilihan makanannya asyik-asyik. Menu sudah cukup mewakili keragaman dan kekhasan Singapura. Kalau cuma punya waktu sebentar di Singapura, Hawker Center ini yang paling saya rekomendasikan untuk dicoba. Suasananya hangat, dengan kursi dan meja plastik sederhana yang ditata di bawah langit terbuka. Harga makanan di sini tidak terlalu mahal kok, mulai $7 per porsi. Kami sekeluarga pernah makan malam di sini, pesan sate ayam, mie goreng, martabak dan ais kachang totalnya $29, sudah kenyang untuk empat orang.

Gerai Halal di Makansutra:
1. Redhill Rong Guang BBQ Seafood 
2. Thai Yummy Food 
3. Huat Huat Chicken Wing & Carrot Cake 
4. Old Satay Club Mee Goreng 
5. Alhambra Padang Satay
6. Sweet Spot, menyediakan makanan pencuci mulut.

Suasana malam di Makan Sutra Gluttons Bay

Black pepper crab yang lebih enak daripada chilli crab

Ais Kachang, anyone?

Selain Makan Sutra, ada satu hawker center lagi yang sempat kami coba: Lau Pa Sat Festival Market. Waktu itu kami sekeluarga menginap di hostel di Boat Quay, jadi tinggal jalan kaki ke Lau Pa Sat. Stasiun MRT terdekat adalah Raffles Place, dari sini tinggal jalan kaki mengikuti petunjuk di pintu keluar stasiun, sekitar 5-10 menit.

Lu Pa Sat menempati bangunan kuno abad ke-19. Di sini gerai makanannya lebih banyak dan harganya lebih murah daripada di Makansutra. Satu porsi makanan mulai $5-an saja. Hawker Center ini buka 24 jam, jadi nggak usah khawatir kalau lapar tengah malam :p Juga jangan khawatir kalau melihat banyak gerai makanan non-halal karena di sini tempat cuci piringnya dipisah.

Daftar Gerai Halal di Lau Pa Sat:
1. Big Bites Indian Vegetarian Cuisine 
2. Indian Vegetarian Shree Ganga  
3. Swaad Pure Vegetarian Restaurant 
4. AS Indian Classic Cuisine  
5. Turkish Cuisine, menyediakan macam-macam kebab
6. Buffalo Wings. Rojak. Popiah  
7. Thunder Tea Rice 
8. Your Little Brown Bag, menyediakan sandwich foccacia
9. Pepper Castle, masakan India
10. Yong Tau Foo Jason, menyediakan bakso ikan, crab stick, tofu & dumpling
11. Delicius Pastisseri, kue andalannya cheesecake matcha dari Jepang




Sebenarnya ketika jalan-jalan di Singapura bersama keluarga, saya sudah mengincar hawker center lain: Newton Food Center dan Maxwell Food Center. Tapi karena waktu terbatas, saya belum sempat mencoba bersama anak-anak.

Berikut daftar gerai halal beserta menu andalan dari dua tempat tersebut, berdasar Panduan Wisatawan Muslim Singapura.

Newton Food Center (MRT Newton, buka jam 12 siang sampai 2 dini hari)
1. Indian Palace: kari, mutton biryani, cottage cheese.
2. Al-Noor Biasa: mi kuah, nasi goreng, murtabak, roti prata
3. Al-Amin Indian Muslim Food: chicken murtabak
4. Hajah Monah Kitchen: nasi padang, nasi lemak, lontong mee
5. Lucky Newton Seafood: tom yam, chili crab, Thau chili fish
6. Sin Sin Seafood BBQ: chili crab
7. Hai Kee Seafood: kepiting, lobster, kerapu merah kukus
8. Hang Wang: carot cake, sate
9. Razzaq Kum: chicken rice, sate kambing
10. Takara Grilled Seafood: chili crab 

Maxwell Food Center (MRT Tanjong Pagar, buka jam 8 pagi - 10 malam)
1. The Green Leaf Authentic Nasi Lemak & Chili Sambal 
2. Aliff Rojak: nasi lemak, otak-otak
3. Hajmeer Kwaja Muslim Food: mi dan nasi goreng rempah India-Melayu
4. Creative Delight: roti isi durian
5. Granny's Pancake: martabak manis


Food Court Mall
Makan di food court sebuah mal adalah pilihan praktis setelah belanja-belanji atau sekedar window shopping di tempat tersebut. Kami pernah makan di food court ION Orchard, yang dekat dengan stasiun MRT Orchard. Pilihannya banyak, tempatnya nyaman, dan harga tidak terlalu mahal. Kami memesan laksa dan sayap ayam bakar, habis $17,50 sudah kenyang untuk berempat. Kalau tepat jam makan siang biasanya food court sangat ramai dan harus bersabar untuk mendapatkan kursi.

Daftar Gerai Halal di Food Opera ION Orchard (MRT Orchard):
1. Fried Dough Fritters Xi Del Li: cakwe, onde-onde 
2. Java Kitchen Padang Padang: warteg :D 
3. Indian Express: butter chicken 
4. Indonesian BBQ: ayam, ikan, sotong panggang
5. Ice Shop: cendol, es kacang
6. Good Luck BBQ Chicken Wing: sayap ayam bakar
7. East West Lagoon Laksa Prawn Noodle: mi laksa 
8. Ythu Wendy Authentic Vietnamese Cuisine: beef noodle


Yang mau jalan-jalan ke pulau Sentosa, pasti mampir dulu di Mal Vivo City, karena monorail Sentosa Express berangkat dari mal ini di lantai 3. Food court Vivo City mempunyai banyak gerai halal, mulai dari fast food sampai makanan khas Singapura. Bisa makan di sini dulu sebelum menyeberang ke pulau Sentosa.

Berikut daftar gerai makanan halal di foodcourt Vivo City (MRT Harbour Front):
1. Burger King
2. Texas Chicken
3. Mc Donald's
4. Earle Swensen's
5. Long John Silver's
6. Old Chang Kee
7. Pezzo
8. Prima Deli
9. Sedap Foodcourt


Bandara Changi
Bandara Changi yang menyandang gelar airport terbaik di dunia ini memang bukan sekedar bandara untuk menunggu pesawat. Changi bisa jadi destinasi wisata sendiri sebagai tempat main, tempat nongkrong, tempat belanja, dan tentu saja tempat jajan. Ada tiga terminal di Changi yang terhubung dengan skytrain. Meski kita boarding dari T1, misalnya, tetap bisa main-main dan jajan di terminal lainnya tanpa takut terlambat karena pindah dari satu terminal ke terminal lain cuma perlu waktu 2 menit dengan skytrain. Di tiap terminal juga ada mushola yang bersih dan nyaman untuk salat.

Berikut adalah gerai bersertifikat halal yang ada di bandara Changi, diambil dari buku Panduan Wisatawan Muslim ke Singapura.


Kafe dan Bakery
Jajan di Singapura nggak selalu makanan berat kok. Karena di sini bakal banyak jalan kaki dan bawa tas belanjaan banyak, pasti di antara jadwal makan berat kaki senat-senut dan perut keroncongan. Saatnya kaki diistirahatkan dan perut di-charge di kafe atau warung-warung yang banyak bertebaran di penjuru Singapura.

Kalau main di daerah Bugis dan Kampong Glam, ada satu kafe yang perlu dicoba: Kampong Glam Cafe yang letaknya strategis di perempatan Kandahar Street dan Bussorah Street. Di sini kita bisa pesan teh tarik dan camilan yang ringan-ringan. Atau kalau mau makan berat juga boleh kok. Harganya murah meriah, teh tarik panas cuma 90 sen, tahu goreng cuma tiga dolar. Boleh pesen gado-gado, soto ayam, nasi lemak atau laksa seharga $3,50 kalau memang laper banget.

Suasana di sini hangat dan santai. Masyarakat lokal bercampur dengan para turis yang jepret-jepret kamera terus. Ada emak-emak berbaju kurung, engkong-engkong berkaos singlet, sampai bayi pun boleh dibawa nongkrong di sini. Di sini gak perlu malu lah kalau muka kita kucel dan keringetan habis berburu oleh-oleh murah di Bugis Junction :D

Selain Kampong Glam Cafe, masih banyak tempat makan halal di daerah ini. Ya jelas lah, emang di sini Arab quarter, jadi memang paling gampang berburu makanan halal di sini.

Berikut daftar gerai halal di Kampong Glam (MRT Bugis) yang patut dicoba:
1. Kampong Glam Cafe 
2. Deli Moroccan 
3. Zam Zam Singapore, 697 North Bridge Rd
4. Singapore Islamic Restaurant, 745 North Bridge Rd
5. Sufi's Corner, 48 Arab St
6. Fika Swedish Cafe & Bistro, 257 Beach Rd
7. I Am... Cafe, 674 North Bridge Rd
8. Cake Delights, 664 North Bridge Rd
9. House of Kebab, 21 Arab St


tahu goreng bumbu kacang

Restoran
Ada macam-macam restoran di Singapura, mulai dari kedai/warung dengan bangku seadanya sampai restoran fancy yang bisa untuk acara spesial. Ketika diundang oleh Singapore Tourism Board minggu lalu, kami beruntung mendapatkan tour guide orang Singapura keturunan India dan Padang. Pak Augusta, pemandu kami, mengajak makan di warung India yang menjadi favorit orang lokal. Menunya nggak tanggung-tanggung: Sop Tulang! Pengalaman seperti ini yang otentik dan mungkin tidak akan saya alami sendiri karena saya kurang berani bereksperimen mencoba makanan-makanan 'aneh'.

Ternyata sup tulang ini seperti makan tulang sumsum yang bisa disedot isinya gitu. Supnya pun bukan sup dengan kuah banyak. Makannya pakai roti. Enak dan asyik kok. Tapi jangan kencan pertama sama pacar di sini ya, soalnya berlepotan banget makannya, hahaha.



Pecinta martabak, wajib mampir ke resto Zam Zam di daerah Bugis/Kampong Glam, seberang masjid Sultan. Kami pernah beli martabak, nasi goreng, mi goreng dan biryani untuk dibawa pulang dan dimakan di hotel. Enak dan porsinya besar. Waktu itu rencananya untuk berbuka puasa 3 orang, e ternyata masih cukup untuk makan sahur. Bagi yang pemberani, bisa mencoba murtabak isi daging rusa di sini.



Di Sentosa, selesai menonton pertunjukan Wings of Time (dulu SOngs of The Sea), kami diajak makan malam di restoran Tastes of Asia yang terletak di depan pintu masuk atraksi ini. Lokasi ini bisa dicapai dengan naik Sentosa Express dan turun di Beach Station. Pilihan makanannya sesuai lidah orang Indonesia. Kalau bingung pilih menu, coba saja Hawker Signature yang isinya empat macam, dalam porsi mini: otak-otak, sate, laksa dan nasi ayam, seharga $12,50. Saya sendiri pilih makan Tom Yum Seafood ($ 8,80) waktu itu biar badan hangat sehabis nonton laser show hujan-hujanan. Singapore Mee goreng-nya ($ 8,80) juga enak, saya sempat nyemil punya teman. Rasanya seenak char kway teow yang saya icip di Penang. Minuman di sini harganya mulai $2,50. Saya pesan English breakfast tea (buat makan malam!) tanpa gula.

Yang mau seharian main di Sentosa, nggak perlu khawatir soal makanan halal. Di sini banyak gerai halalnya kok, dan antar lokasi juga mudah dicapai dengan naik monorail Sentosa Express.

Daftar gerai halal di Resorts World Sentosa:
Universal Studios:
1. Mel's Drive-In di Zona Hollywood
2. Friar's, di Far Far Away
3. Goldilock di Far FarAway
4. Oasis Spice Cafe, di Ancient Egypt
5. Marty's Casa Del Wild Food Court, di Madagascar

S.E.A. Aquarium: Fish & Co, Seafood Shack
Adventure Cove Waterpark: Hot Dog, Riverside SnacksMalaysian Food Street: Kampung Nasi Lemak, Roti Canai & Nasi BiryaniThe Forum, Basement 1: Bali Thai, Mc Donalds


Ada yang berencana merayakan sesuatu di Singapura? Ulang tahun, anniversary, kelulusan? Perlu rekomendasi restoran halal yang fancy? Coba ke restoran True Blue yang menyediakan masakan khas peranakan. Lokasinya di 47-49 Armenian St, sebelahnya Peranakan Museum dan dekat dengan Singapore Philatelic Museum. Stasiun MRT terdekatnya City Hall.

Dekorasi restoran ini membuat kita serasa diundang makan di rumah keluarga peranakan. Pernak-pernik yang dipajang dan meja kursinya membuat resto ini terasa homey banget. Apalagi pelayanannya kelas satu dengan keramahan khas orang Asia.

Di True Blue, kami memesan lunch set menu yang terdiri dari sup bakwan kepiting, ngoh hiang (seafood rolls), ayam buah keluak, beef rendang, chap chye yang disajikan dengan nasi putih dan bubur ketan hitam (mereka menyebutnya pulot hitam) sebagai pencuci mulutnya. Semua itu ditambah dengan longan tea yang ditambah terus-menerus ke cangkir kami. Duh, nulisnya sambil ngiler. Harga untuk set menu makan siang $32 per orang, dan untuk makan malam $42. Tapi kalau nggak mau memilih set menu juga nggak papa, bisa pesan a la carte sesuai selera.

Longan tea adalah 'teh' yang dibuat dari kurma dan kelengkeng. Teh ini manis tanpa perlu menambahkan gula. Ayam buah keluak yang disajikan mirip dengan semur ayam, tapi dengan menambahkan buah keluak utuh. Buah keluak atau kluwek/keluwak adalah bumbu berwarna hitam yang biasa dipakai untuk membuat rawon dan brongkos di Jawa. Kami diberi sendok kecil untuk mengorek isi buah keluak tersebut. Hmm... rasanya pahit-pahit gurih. Seumur-umur, baru kali ini saya makan buah keluak langsung.

Selesai makan, kami diberi souvenir berupa kartu pos yang memang bisa dibeli di sini. Saya juga membeli longan tea instan untuk oleh-oleh orang rumah. Yang mau icip-icip masakan peranakan, tempat ini recommended banget. Cek website-nya di sini ya: http://www.truebluecuisine.com














Yang saya tulis di atas baru sebagian dari gerai makan halal yang ada di Singapura. Kalau mau versi lengkapnya, kalian bisa unduh sendiri (gratis) dari website Your Singapore di sini. Klik unduh HALAL GUIDE ya. Isinya daftar gerai halal lengkap plus tempat salat di seluruh penjuru Singapura. Semuanya dalam bahasa Indonesia.

Panduan untuk wisatawan muslim. Bisa diunduh gratis di sini.
Ada yang punya tempat jajan halal favorit di Singapura? Share di komentar ya.

~ The Emak


Disclaimer:
My recent trip was paid by Singapore Tourism Board.  
But all opinions expressed by me are 100% authentic and written in my own words.

Thursday, June 18, 2015

Review: Hotel Rendezvous Singapura


Ketika diberitahu Singapore Tourism Board (STB) bahwa saya akan menginap di Rendezvous Hotel, saya langsung cek website dan review hotel ini di Tripadvisor. Langsung semangat banget melihat foto-foto lobi dan lounge hotel yang nyeni, yang diunggah para pejalan.

Lokasi hotel berbintang empat ini di Bras Basah Rd, di kawasan seni dan sejarah (art and history precinct). Buat pecinta seni dan sejarah, cocok banget kalau memilih hotel ini karena tinggal jalan kaki ke Singapore Art Museum dan National Museum of Singapore. Tapi kalau pun mau ke mana-mana juga dekat kok, tinggal jalan kaki ke stasiun MRT Bras Basah (jalur oranye) atau stasiun MRT Dhoby Ghaut (jalur oranye, ungu dan merah). Halte bis juga ada di depan dan samping hotel. 

Lokasi Hotel Rendezvous. Klik untuk memperbesar.


Saya cek in ke hotel ini setelah capek jalan-jalan seharian di National Gallery Singapore (akan dibuka November 2015) dan Orchard Road (tahu dong buat apa ke sini :p). Untungnya pelayanan mereka cepat dan ramah, jadi capeknya langsung ilang. Pada awalnya saya mendapat kamar twin (dua kasur single) karena kamar double bed tidak tersedia. Tapi esoknya kamar saya bisa diganti yang baru, dengan koper saya sudah nongkrong manis di kamar.

Kamarnya sangat bersih dan rapi, dengan interior minimalis yang saya suka. Kasur dan bantalnya empuk dan nyaman. AC-nya pas, bisa diganti-ganti sesuka hati. Ada TV kabel dengan banyak saluran termasuk TVRI (bahasa Indonesia dong). Sayangnya nggak ada saluran anak-anak seperti Nickelodeon atau Disney channel. Tapi... koneksi internetnya cukup cepat, termasuk di dalam kamar. Wifi-nya gratis dong. Jadi anak-anak tetap bisa streaming apapun yang mereka suka di hp atau tablet.

Di kamar standar ada mini bar alias kulkas mini berisi minuman dan camilan, juga disediakan ketel listrik pemanas air untuk membuat kopi dan teh. Kopinya nescafe, tehnya lipton, standar lah. Oh ya, buat teman-teman yang belum pernah nginep di hotel, minuman dan camilan yang ada di kulkas mini ini nggak gratis ya. Kalau kalian ngambil, nanti akan ditagih ketika cek out. Tapi biasanya ada dua botol air mineral gratis, pilih yang ada tulisannya: with compliment. Kalau ragu air ini bayar apa gratis, cek di daftar harga mini bar, kalau tidak tertera harganya di situ berarti gratis. 

Toilet dan kamar mandi hotel ini cukup luas dan bersih, meski tidak ada bath tubnya. Pancuran air panasnya manteb banget, membuat saya rajin mandi dan betah berlama-lama di sini. Apalagi sabun mandi dan shampoonya enak banget baunya. Semua langsung saya angkut ke tas begitu cek out :p *Emak-Emak nggak mau rugi*

Sayang banget ya saya cuma tidur sendirian di kamar sebagus ini, hiks.



Pagi hari kedua di Singapura, saya punya kesempatan berenang di kolam renang yang bergaya Bali. Pantesan kok merasa seperti di rumah :) Kolam renangnya sepi, cuma saya sendiri yang berenang sepagi itu, jadi enak banget seperti punya kolam pribadi. Selain kolam renang, ada juga kolam jacuzzi di sebelahnya, tapi saya nggak coba. Di level yang sama juga ada gym. Sebenarnya saya sudah berencana untuk nyobain gym, sudah bawa kostum olahraga, etapi malah lupa bawa sepatu! Terlalu kepedean packing tanpa list. Hari berikutnya pengen berenang lagi sudah nggak sanggup karena kecapekan jalan-jalan di Sentosa Island.



Buffet sarapan yang disediakan hotel ini cukup lengkap, dengan menu Western dan Asia. Mumpung bisa sarapan gratis di hotel, saya makan dua piring dong, hehehe. Tapi karena di rumah sudah biasa minum jus sayuran untuk sarapan pagi, saya pilihnya juga makanan yang sehat-sehat saja. Roti gandum utuh panggang, omelet dengan jamur dan paprika dan salad sayuran. Nggak ketinggalan buah potongnya. Menu vegetarian ini jelas sehat dan halal. Tapi kalau mau menu yang berat-berat bisa coba nasi lemak, bubur ikan dan dimsum.

Yang saya senang, di restoran hotel ini ada mesin kopi untuk membuat espresso atau latte. Lumayanlah, lebih enak daripada kopi sachet di kamar :D Di hari terakhir, saya tidak sempat sarapan di hotel karena mengejar penerbangan pagi. Pelayan hotel membungkuskan saya beberapa pastry dan sebotol jus jeruk. Alhamdulillah bisa buat sarapan sebelum boarding di Changi. Croissant-nya enak, yum!

"Make me one with everything, please."

Tahun 2015 ini Singapura merayakan HUT Emas atau Golden Jubilee. Banyak sekali promo hotel atau belanja yang ditawarkan untuk memperingati #SG50. Untuk hotel Rendezvous ini ada promo menginap 2 malam, gratis malam ketiga. Lumayan banget kan bisa menghemat anggaran penginapan. Selain itu juga ada promo Great Singapore Sale yang bisa dicek di website mereka. Hotel Rendezvous ini termasuk dalam grup Far East Hospitality yang juga memiliki Hotel Village di Bugis yang populer untuk pengunjung dari Indonesia.

Jangan lupa, sebelum ke Singapura, cek website resmi Badan Pariwisata Singapura di sini (ada bahasa Indonesianya juga), untuk melihat-lihat program promo dan diskon penginapan dan belanja.

~ The Emak


Disclaimer:
This trip was paid by Singapore Tourism Board.  
But all opinions expressed by me are 100% authentic and written in my own words.